Selasa, 06 Desember 2011

laporan praktikum kelinci

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kelinci merupakan salah satu jenis ternak yang mudah dalam pemeliharaanya, di Indonesia terdapat berbagai jenis kelinci, namun sangat sulit mengetahui yang merupakan asal lokal karna banyaknya ternak kelinci yang di datang ke Indonesia.
Banyak faktor yang menyebabkan mengapa ternak kelinci tidak begitu populer di tengah masyarakat pada saat ini sehingga dalam perkembanganya ternak kelinci tidaki begitu berkembang dan kebanyakan ternak kelinci hanya digunakan untuk ternak hiasan atau untuk mainan.
Terank kelinci jika di ternakan secara baik akan memberikan prospek yang baik sebagai penganti sumber protein hewani yang banyak bermasalah sekarang seperti sapi dengan antraknya dan burung dengan flu burungnya nah kelinci sangat mungkin dikembangkan untuk penganti sumber hewani tersebut.
Indonesia sangat cocok untuk pengembangan ternak kelinci selain mudah dalam perawatannya dan tersedianya sumber makanan kelinci yang cukup. Dan minat masyarakat yang mulai tumbuh terhadap ternak keinci saat ini.

2. Tinjauan Pustaka
Pemeliharaan ternak kelinci masih merupakan usaha sambilan atau hanya sekedar tipe ternak hias, padahal ternak kelinci merupakan ternak yang cukup produktif dan mudah memeliharanya (Kasdi Sukarna, 1998).
Pemeliharaan kelinci secara komersial pada saat ini untuk diambil daging, kulit (fur), wool dan untuk kepentingan berbagai pekerjaan laboratorium. Ada beberapa keuntungan bila kelinci digunakan sebagai penghasil daging diantaranya,kemampuan kelinci sangat baik dalam mengubah pakan menjadi daging dan tiap kilogram berat hidup kelinci akan menghasilkan daginglebih banyak dibandingkan jenis hewan lainnya, serta kelinci mudah dipelihara tampa modal peralatan yang besar nilanya (James Blakely, 1998).
3. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini untuk lebih mengetahui tentang tata laksana beternak kelinci dan juga mengetahui prispek pengembangannya dan kendala-kendala dalam manajemen pemeliharaanya.


PEMBAHASAN
1. Bibit
         Kelici memiliki beberapa tipe sesuai dengan tujuan pemeliharaannya ada yang diternakan untuk menghasilkan bulu (Wool), balu dan kulit (fur), daging, dwiguna (daging dan kulit), untik penghasil wool dapat digunakan ras Angora, untuk fur dapat digunakan ras Silver atau Rex, untuk penghasil daging dapat digunakan ras Chinchilla atau Carolina, untuk dwiguna dapat digunakan ras New Zealand White atau Flemish Giant, untuk binatang Kesayangan dapat dipilih ras Polish, Lop atau Nederland Dwarf. Ciri bibit yang baik yang dapat dijadikan bibit Sehat, Enerjik, kaki lurus, kepala baik seimbang, Daun telinga tebal, lebar, panjng, kokoh dan tampak seimbang, badan bulat, ekor lurus dll.

2. Kandang
Kandang untuk ternak kelinci sangat tergantung pada lokasi, situasi, dan modal, bentuk dan ukuran kandang dibangun sesuai kemudahan dalam perawatan, syarat lokasi kandang harus mendapat sinar matahari pagi, bersuhu sejuk, memiliki ventilasi sempurna, tempatnya kering, lingkungan tenang, dan tidak jauh dari rumah. Bahan-bahan pembuatan kandang dari bahan yang ringan seperti kayu dan kawat kasa sebagai pembatas satu kelinci dengan yang lainnya, didalam kandang harus tersedia kotak sangkar, tempat pakan, tepat minum dan perlengkapan lainnya.

3. Pakan
Pakan yang biasanya yang diberkan pada ternak kelinci adalah berupa legum dan hijauan dalam bentuk segar yang biasanya dilakukan oleh peternak tradisional sebagai sambilan, Hay yaitu rumput awetan yang dipotong menjelang berbunga dan juga beberapa jenis hijauan lainnya, Biji-bijian yang berfungsi sebagai bahan penguat yang biasa digunakan untuk kelici bunting dan yang sedang menyusui seperti jagung dan gandum, Konsentrat berfungsi untuk meningkatkan nilai gizi dan mempermudah penyediaan pakan.

4. Pengendalian Penyakit
Penyakit yang biasa menyerang pada ternak kelinci disebabkan oleh kelengahan dalam menjaga sanitasi kandang, pemberian pakan yang berkualitas jelek, volume pakan kurang, air minum kotor atau kurang, kekurangan zat nutrisi (protein, vitamin, mineral), tertular kelinci lain, perubahan cuaca, dan ketidak tahuan mengenai penyakit kelinci. Jenis penyakit yang sering menimbulkan kematian enteritis kompleks, pasteurellosis, young doe syndrome, skabies, dan kokkidioses. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan mencukupi semua kebutuhan akan pakan dan sumber vitamin yang di butuhkan kelinci, untuk pengobatan dapat dilakukan vaksinasi dengan suntikan obat sesuai penyakit yang diderita seperti Penicillin, Oxylin, Sulfa strong, Dexatozoon dan lain-laian.

5. Prospek Pengembangan Ternak Kelinci
Pada saat ini permintaan akan kelinci semakin menigkat dengan banyaknya pengelolaan yuang baik akan kelinci dan semakin maraknya barkembang berbagai penyakit pada bunatang ternak lain sehingga masyarakat mulai berpikir untuk mencari solusi yang aman untuk mengkonsumsi protein hewani tapi tidak mau mengambil resiko takut terserang penyakit yang diderita hewan tersebut mungkin dengan salah satunya dengan mengkonsumsi daging kelinci yang belum terdengar penyit yang membahayakan pada manusia dan masih bayak faktor lain seperti:
Kondisi alam
Kondisi alam riau yang beriklim tropis sangat cocok untuk pengembangan ternak kelinci karna kelinci menyukai suhu panas pada pagi hari.
Makanan
Makanan untuk ternak kelinci sangat tersedia ditempat kita seperti legum dan kosentrat yang sangat banyak tersedia.
Permintaan Pasar
Permintaan akan daging kelinci sangat meningkat saat ini dengan ditandainya banyaknya rumah makan yang menyediakan makanan yang khusus menyediakan makan dari ternak kelinci.
Lokasi
Untuk ternak kelinci tidak memerlukan lokasi yang luas dalam pemeliharaanya untuk satu meter persegi kandang dapat memelihara 2-4 ekor ternak kelinci.







PENUTUP
Kesimpulan
Dilihat dari kebutuhanya dan manajemen pemeliharaanya pengembangan ternak ini sangat mungkin di kembangkan di daerah kita, ternak kelinci juga merupakan salah satu ternak yang sangat mudah dalam pemeliharaannya sehingga dalam pengembangannya sangat mungkin di terapkan di petani peternak. Kelinci juga merupakan ternak yang sangat bagus di kembangkan sebagai untuk ternak hiasan dan sebagi penghilang suntuk untuk mainan karna kelinci termasuk hewan jinak.

Saran
Sebaiknya pengembangan ternak kelinci ini di budayakan ditengah masyarakat karna dapat mengantikan fungsi sumber protein hewani hewan lain, juga dapat dijadikan ternak sambilan untuk ternak mainan dan harapan saya sebagai penulis semoga ternak kelinci menjadi salah satu hewan aneka ternak yang dapat meningkatkan tarap hidup peternak dengan sistem pemeliharaan yang intensif.








DAFTAR PUSTAKA
Efendi, Z. 1980. Efek Tipe Kandang dan Makanan Terhadap Organ Fisiologigis Kelinci Lokal. Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang.
Larasati, A. 2002. Kiat Mempopulerkan Kelinci. Poultri Indonesia.
Sarwono, B. 2001. Kelinci Potong dan Hias. Agro Media Pustaka Jakarta.

laporan praktikukm katak


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Vertebrata pertama di darat adalah anggota kelas Amphibia. Saat ini kelastersebut diwakili oleh kurang lebih 4000 spesies katak, salamander, dan caecilian (makhluk tak bertungkai yang membuat lubang untuk sarang di hutan tropis dandanau air tawar. Terdapat tiga ordo Kelas Amphibia yang masih hidup saat ini, yaituUrodela (berekor ± salamander); Anura (tidak berekor ± katak, termasuk bangkong); dan Apoda (tak berkaki ±  caecilian). Hanya ada sekitar 400 spesies dari ordo Urodela.Beberapa di antaranya hanya hidup di air, tetapi yang lain hidup di darat sebagaihewan dewasa atau bahkan sepanjang masa kehidupan. Sebagian besar salamander yang hidup di darat berjalan dengan pembengkokan badan dari sisi ke sisi yang miripdengan cara berjalan tetrapoda awal. (Campbell 2003).
Katak adalah satu anggota dari classic Amphibia. Amphibia berasal dari kata amphi artinya rangkap dan bios artinya kehidupan, karena Amphibia ialah hewan yag hidup dengan dua bentuk kehidupan, mula-mula di dalam air tawar kemudian di darat. Kulit harus selalu basah apabila hewan berada di luar air untuk memyngkinkan terjadinya pernapasan melalui kulit. Kulit dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar yang menghasilkan lendir untuk mempertahankan keadaan agar selalu basah. Setiap kelenjar berbentuk piala, terdapat tepat di bawah epidermis dan salurannya melelui epidermis bermuara di permukaan kulit. Mekanisme pernapasannya meliputi dua fase, yaiu inspirasi dan ekspirasi.
Paru-paru dan tulang anggota tubuh, yang mereka warisi dari moyang krosopterigia, memberikan sarana untuk lokomosi dan bernafas di udara. Atriumkedua dalam jantung memungkinkan darah yang mengandung oksigen dengan darahyang kurang mengandung oksigen terjadi dalam vertikel tunggal, jantung yang beruang tiga itu agaknya memberikan peningkatan yang berarti dalam efisiensi peredaran dan dengan demikian meningkatkan kemampuan untuk mengatasilingkungan daratan yang keras dan lebih banyak berubah-ubah. (Kimball 1983).
Pada katak, oksigen berdifusi melalui kulit, dan paru-paru. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karena tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karna kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi.
Katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air, di sarang busa, atau di tempat-tempat basah lainnya. Beberapa jenis kodok pegunungan menyimpan telurnya di antara lumut-lumut yang basah di pepohonan. Sementara jenis kodok hutan yang lain menitipkan telurnya di punggung kodok jantan yang lembab, yang akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas bahkan hingga menjadi kodok kecil.Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur, tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun.
Telur-telur katak menetas menjadi berudu atau kecebong yang bertubuh mirip ikan gendut, bernafas dengan insang dan selama beberapa lama hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang, yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan, menghilangnya ekor dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai kodok atau katak kecil.

1.2  Tujuan

1.      Untuk mengetahui morfologi dari katak ( Rana sp )
2.      Untuk mengetahui anatomi dari katak ( Rana sp )
3.      Untuk mengetahui fisiologi dari katak ( Rana sp )



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Amphibia berasal dari kata Amphi yang artinya rangkap, dan bios yang artinyakehidupan. Dan amphibia adalah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan,mula-mula dalam air tawar kemudian dilanjutkan di darat. Fase kehidupan di dalam air  berlangsung sebelum alat reproduksinya masak, keadaan ini merupakan fase larva atau biasa disebut berudu. Hewan dewasa memiliki columna vertebralis dan biasa extremitatesdengan digiti atau jari-jari yang berbeda-beda, sedang kulitnya lembut dan tidak berambut,tidak bersisik atau tidak berbulu. (Radiopoetro 1996).
Amphibia memiliki kelopak mata dan kelenjar air mata yang berkembang baik. Pada mata terdapat membrana nictitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu, kekeringan dan kondisi lain yang menyebabkan kerusakan pada mata. Sistem syaraf mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat. Walaupun demikian, tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. Pada beberapa amphibi, misalnya anggota Plethodontidae, tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. Selama hidup tetap dalam fase berudu, bernafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan, tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak. Tapi ada juga beberapa jenis yang hanya hidup di darat selama hidupnya. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air. (Duellman 1986).
Amphibia berarti dua kehidupan yang mengacu kepada metamorfosis banyak jeniskatak. Kecebong yang merupakan tahapan larva dari seekor katak, umumnya adalahherbivore akuatik dengan insang, sistem gurat sisi yang mirip dengan ikan, dan ekor  panjang bersirip. Kecebong tidak memiliki kaki dan berenang dengan cara menggeliatseperti leluhurnya yang mirip ikan. Selama metamorfosa yang berakhir dengan kehidupankedua, kaki berkembang, insang, dan sistem gurat sisi menghilang. Tetrapoda muda dengan paru-paru untuk bernafas, sepasang gendang telinga eksternal, dan sistem pencernaan yangdiadaptasikan untuk mengkonsumsi makanan sebagai hewan karnivora, merangkak ketepian dan memulai kehidupan di darat. Namun demikian, meskipun menyandang namaamphibia, banyak jenis katak tidak memalui tahapan kecebong akuatik, dan terrestrial. (Campbell 2003).
Amphibia mempunyai ciri-ciri, yakni sebagai berikut:
1.   tubuhnya diselubungi kulityang berlendir,
2.   merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm,
3.   amphibimempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan, yaitu dua serambi dan satu bilik,
4.   mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yangterdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang diair,
5.   matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yangsangat berfungsi saat menyelam di dalam air,
6.   pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru dan kulit,  H
7.   hidungnya mempunyai katup yang berfungsi untuk mencegah air masuk ke dalamrongga mulut ketika menyelam,
8.   berkembang biak dengan cara melepaskan telurnyadan dibuahi oleh jantang di luar tubuh induknya, yang disebut dengan pembuahan eksternal. (Anonim 2009).



A. Klasifikasi katak
Klasifikasi katak sebagai berikut :
            Kingdom       : Animalia
Fylum            : Chotdata
Sub fylum     : Vertebrata
Kelas             : Amphibia
Famili            : Ranidae
Genus            : Rana
Spesies          : Rana sp

B.  Kehidupan katak
Katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air, di sarang busa, atau di tempat-tempat basah lainnya. Beberapa jenis katak pegunungan menyimpan telurnya di antara lumut-lumut yang basah di pepohonan. Sementara jenis katak hutan yang lain menitipkan telurnya di punggung katak jantan yang lembab, yang akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas bahkan hingga menjadi katak kecil. Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur, tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun.
Telur-telur katak menetas menjadi berudu atau kecebong (b. Inggris: tadpole), yang bertubuh mirip ikan gendut, bernafas dengan insang dan selama beberapa lama hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang, yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan, menghilangnya ekor dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai katak kecil.
Katak kawin pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat bulan mati atau pada ketika menjelang hujan. Pada saat itu kodok-kodok jantan akan berbunyi-bunyi untuk memanggil betinanya, dari tepian atau tengah perairan. Beberapa jenisnya, seperti kodok tegalan (Fejervarya limnocharis) dan kintel lekat alias belentung (Kaloula baleata), kerap membentuk ‘grup nyanyi’, di mana beberapa hewan jantan berkumpul berdekatan dan berbunyi bersahut-sahutan. Suara keras kodok dihasilkan oleh kantung suara yang terletak di sekitar lehernya, yang akan menggembung besar manakala digunakan.
Pembuahan pada kodok dilakukan di luar tubuh. Kodok jantan akan melekat di punggung betinanya dan memeluk erat ketiak si betina dari belakang. Sambil berenang di air, kaki belakang kodok jantan akan memijat perut kodok betina dan merangsang pengeluaran telur. Pada saat yang bersamaan kodok jantan akan melepaskan spermanya ke air, sehingga bisa membuahi telur-telur yang dikeluarkan si betina.
C.  Reproduksi Amphibia

Reproduksi pada amphibi ada dua macam yaitu secara eksternal pada anura pada umumnya dan internal pada Ordo Apoda. Proses perkawinan secara eksternal dilakukan di dalam perairan yang tenang dan dangkal. Di musim kawin, pada anura ditemukan fenomena unik yang disebut dengan amplexus, yaitu katak jantan yang berukuran lebih kecil menempel di punggung betina dan mendekap erat tubuh betina yang lebih besar. Perilaku tersebut bermaksud untuk menekan tubuh betina agar mengeluarkan sel telurnya sehingga bisa dibuahi jantannya. Amplexus bisa terjadi antara satu betina dengan 2 sampai 4 pejantan di bagian dorsalnya dan sering terjadi persaingan antar pejantan pada musim kawin. Siapa yang paling lama bertahan dengan amplexusnya, dia yang mendapatkan betinanya. Amphibi berkembang biak secara ovipar, yaitu dengan bertelur, namun ada juga beberapa famili amphibi yang vivipar, yaitu beberapa anggota ordo apoda. (Duellman 1986).


Badan katak terbagi atas tiga bagian, yaitu:
a.       Caput (kepala), bentuknya kurang lebih seperti segitiga. Di caput terdapat bagian- bagian anatara lain:
1.      Rima oris (celah mulut): terdapat di ujung rostrum (moncong, rima oris menuju ke:
2.      Cavum oris ( rongga mulut), di dalam rongga mulut terdapat alat- alat:
a.  Maxilla (rahang atas), mempunyai dentes (gigi- gigi) berbentuk conus. Dentes berguna untuk memegang mangsanya, tidak untuk mengunyah.
b.      Mandibula ( rahang bawah): tidak berdentes.
c.       Palatum (atap mulut).
d.      Os. Vomer.
e.       Nares posterhores sive choanae
f.       Lingua (lidah), berpangkal di cranial mandibula, bersifat biftida (bercabang).
g.      Ostium tubae auditivae
h.      Di kanan kiri lingua terdapat lubang yang menuju ke kantung suara.
3.      Nares anteriores: lubang- lubang kecil terdapat di sebelah dorsal dari rima oris.
4.      Organon visus (alat penglihatan), dilengkapi dengan:
a.       Palpebra superior (pelupuk mata atas)
b.      Palpebra inferior (pelupuk mata bawah)
c.       Membrana nictitans, suatu kulit transparent untuk menjaga mata terhadap kekeringan dan geseran dengan air.
d.      Bulbus osculi (bola mata), padanya dapat dilihat dengan jelas adanya: iris, pupil.
5.   Membrana tympani (selaput pendengaran) terdapat di sebelah caudal dari organon visus.
b.      Cervix (leher), tidak nyata.
c.       Truncus (badan), terdapat di sebelah caudal caput. Pada betina mempunyai ukuran yang relative lebih besar dibandingkan jantan. Anggota badan terdapat 2 pasang:
1.   Anggota badan muka, bagian- bagianya adalah:
a.    Brachium ( lengan atas)
b.   Antebrachium (lengan bawah)
c.    Manus (tangan)
d.   Digity (jari- jari)
2.   Anggota badan belakang (extremitas posterior), bagian- bagiannya adalah:
a.    Femur (paha)
b.   Crus (tungkai bawah)
c.    Pes sive pedes (kaki)
d.   Digiti (jari- jari): 5 buah.
e.    Membrana (selaput) untuk berenang: merupakan kulit tipis diantara digiti.




BAB III
METODE PENELITIAN
1.1         Waktu dan tempat
Pratikum ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 29 november 2011, pada pukul 15.00 sampai selesai, di laboratorium Tadris MIPA IAIN Raden Fatah Palembang.
1.2         Alat dan bahan
Alat        : pensil, pena, penggaris, kertas HVS, penghapus, karter, gunting, talanan, plastik.
Bahan    : katak (Rana sp)
1.3         Cara kerja
1. Siapkan alat-alat yang akan di gunakan, seperti; karter, gunting, pena, pensil, kertas HVS dan sebagainya.
2. Ambillah preparat (katak) yang akan di teliti.
3. Gambar morfologi katak tersebut.
4. Seset kulit katak kemudian belah katak.
5. Amati organ tubuh katak bagian dalam untuk mengetahui jenis kelamin, system pencernaan, system organ, system respirasi, kemudian gambar dari masing-masing bagian tersebut.
6. Bedah bagian kepala untuk melihat otak, kemudian gambar.


4.2 Pembahasan Dari Gambar
1. Morfologi
a.       Nares anteriores : lubang- lubang kecil terdapat di sebelah dorsal dari rima oris.
b.      Celah mulut (rima oris): terdapat di ujung rostrum (moncong)
c.       Organon visus: alat penglihatan. Mata mempunyai kelopak yang dapat digerakkan. Mata pada amphibi juga mempunyai selaput yang berfungsi untuk melindungi mata pada saat berada atau berenang di dalam air, membran tersebut disebut membrane miktans.di lengkapi dengan:
1.      Palpebra superior (pelupuk mata atas)
2.      Palpebra inferior (pelupuk mata bawah)
3.      Membran nictitans, suatu kulit transparant untuk menjaga mata terhadap kekeringan dan geseran dengan air.
4.      Bulbus oculi (bola mata), padanya dapat dilihat dengan jelas adanya: iris, pupil.
d.      Membran tympani (selaput pendengaran) terdapat di sebelah caudal dari organon visus.
e.       Dorsum: bagian atas katak.
f.       Branchium: lengan atas
g.      Antebrachium: lengan bawah
h.      Manus: tangan
i.        Digity: jari- jari
j.        Femur: paha
k.      Crus: tungkai bawah
l.        Pes: kaki
m.    Selaput berenang (membrana); merupakan kulit tipis diantara digity.
2.      Saccus lymphaticus subcutaneus
Kulit Rana sp tidak melekat erat pada jaringan di sebelah dalamnya, tetapi terpisah oleh ruang- ruang yang terisi dengan cairan lymphe. Ruang tersebut di namakan saccus lynphaticus subcutaneus, yang terdiri dari:
a.       Saccus submandibularis
b.      S. pectoralis
c.       S. brachialis
d.      S. abdominalis
e.       S. lateralis
f.       S. femoralis
g.      Crucalis
h.      S. dorsalis.
3.      Topographi
a.       Cor (jantung): Cor pada amphibi berwarna merah dalam kantong jaringan atau pericardium yang berisi dengan zat cair lymphe. Jantung berfungsi sebagai alat untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
b.      Hepar pada amphibi berwarna coklat, terdiri dari lobus dexter dan lobus sinester. Hati berfungsi untuk menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan. Ia juga berfungsi sebagai tempat perombakan sel darah merah yang telah tua. Dengan bagian: lobus dexter dan lobus sinester.
c.       Ventriculus: berwarna putih, panjang, sebelah sisi kiri dari linea mediana.
d.      Intestinum: bentuk bulat dan berkelok-kelok
e.       Cloaka: muara bersama bagi saluran makanan, kelamin dan saluran kencing.
f.       Pancreas: berwarna kekuning- kuningan melekat diantara ventriculus dan duodenum.
g.      Lien (limpa): Merah bulat. Pada kedua sisi linea middosal di atas peritonium
h.      Ovarium (kelenjar telur): khusus pada betina
i.        Oviduct: (saluran telur) yang kemudian melalui uterus lalu ke kloaka. Sepasang saluran yang berkelak- kelok.
j.        Uterus: tempat tersimpannya butir- butir hitam kecil pada katak betina yang sedang gravid.
k.      Mesonephros
l.        Ductus mesonephridicus
m.    Vesica urinaria (gelembung kencing): merupakan gelembung tipis berwarna keputih- putihan.
n.      Pulmo: pulmo pada amphibi jumlahnya dua, elastis, berdinding tipis. Pulmo berfungsi sebagai alat pernapasan, yaitu sebagai tempat bertukarnya oksigen dan karbon dioksida.
o.      Vesicca fellea (kantung empedu) terdapat di antara lobus hepatis, berwarna kehijau- hijauan.
4.      Systema digestoria
a.       Dentes maxillaries (rahang atas)
b.      Nares posteriors: merupakan lubang os vomer. Alat ini menghubungkan cavum nasi (rongga hidung) dan cavum oris.
c.       Palatum ( atap mulut/ langit- langit).
d.      Pharynx (tekak).
e.       Os vomer: berbentuk V, mengandung dentes.
f.       Ostium tubae auditivae: lubang di dekat tiap- tiap sudut mulut, menghubungkan cavum oris dan rongga telingga.
g.      Rima glottidis (celah suara)
h.      Lingua (lidah): Lingua pada katak dapat dijulurkan karena berfungsi sebagai alat untuk menangkap mangsa. Juga pada mulut terdapat gigi yang berfungsi untuk membunuh mangsanya.
i.        Ventriculus: berwarna keputih- putihan, terdapat disebelah kiri dari linea mediana
j.        Intestinum (usus): tampak berkelok- kelok. Intestinum merupakan saluran berbentuk silinder panjang, berlingkar-lingkar, sebagai tempat pencernaan
k.      Cloaca: muara bersama bagi saluran makanan, kelamin dan saluran kencing.
l.        Vesicca urinaria: (gelembung kencing): merupakan gelembung tipis berwarna keputih- putihan.
m.    Hepar: Hepar pada amphibi berwarna coklat, terdiri dari lobus dexter dan lobus sinester. Hati berfungsi untuk menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan. Ia juga berfungsi sebagai tempat perombakan sel darah merah yang telah tua.
n.      Vesicca fellea: (kantung empedu) terdapat di antara lobus hepatis, berwarna kehijau- hijauan.
o.      Pancreas: berwarna kekuning- kuningan melekat diantara ventriculus dan duodenum.



5.      Sytem Respirasi
Jalannya udara pernafasan adalah nares anteriores → cavum nasi → nares posteriors → cavum oris
a.       Rima glottidis (celah suara)
b.      Larynx
c.       Bronchus sangat pendek.
d.      Pulmo (paru- paru): pulmo pada amphibi jumlahnya dua, elastis, berdinding tipis. Pulmo berfungsi sebagai alat pernapasan, yaitu sebagai tempat bertukarnya oksigen dan karbon dioksida. Pulmo merupakan kantung elastis, pada permukaan dinding sebelah dalam terdapat lipatan- lipatan, dengan ini maka permukaan diperluas.
6.      System urogenitalia feminia
a.       Ostium abdominal
b.      Corpus adiposum: jaringan lemak berwarna kuning jingga.
c.       Ovarium sinestrum
d.      Oviduct: (saluran telur) yang kemudian melalui uterus lalu ke kloaka. Sepasang saluran yang berkelak- kelok.
e.       Uterus: pelebaran yang dilakukan oleh oviduct di sebelah caudal.
f.       Muara uterus pada cloaca
g.      Ren ( mesonephros): sepasang di kanan kiri columna vertebralis, memanjang dan berwarna merah coklat
h.      Ductus mesonephridicus
i.        Muara ductus mesonephridicus pada cloaka
j.        Vesicca urinaria (gelembung kencing): merupakan gelembung tipis berwarna keputih- putihan
k.      Glandula supranenalis
l.        Vena cava posterior
m.    Dinding ventral cloaca.
7.      Sytem syaraf
Pada katak terdiri dari dua yaitu system saraf pusat ( nervosum central) dan system saraf tepi ( nervosum periphericum). Pada otak terdapat:
a.       Nervus objectorious
b.      Lobus olfactorious
c.       Hemi sperium cerebry
d.      Lobus opticus
e.       Cerebellum
f.       Modulla oblongata



BAB V
KESIMPULAN

Katak adalah satu anggota dari classic Amphibia. Amphibia berasal dari kata amphi artinya rangkap dan bios artinya kehidupan, karena Amphibia ialah hewan yag hidup dengan dua bentuk kehidupan, mula-mula di dalam air tawar kemudian di darat.
Badan katak terbagi atas tiga bagian, yaitu:
1.      Caput (kepala)
Alat- alat yang terdapat pada bagian ini adalah: rima oris, cavum oris, nares anteriores, organon visos, dan membrane tympani.
2.      Cervix (leher); tidak nyata
3.      Truncus (badan)
Terbagi menjadi dua, yaitu anggota badan muka dan anggota badan belakang.



DAFTAR PUSTAKA

Asisten Praktikum I.1990.Anatomi Hewan. PS BIOLOGI P MIPA FT UNSRI
Campbell, NA.2003.Biologi Edisi kelima Jilid II.Erlangga.Jakarta
Radiopoetro.1996.Zoologi. Jakarta
Slamet Adeng dan Madang Kodri.2007.Zoologi Vertebrata. Indralaya


makalah tentang hewan vertebrata dan invertebrata

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan Negara yang memiliki keragaman hayati yang melimpah baik flora maupun fauna.
Kekayaan keragaman hayati ini membiarkan keuntungan yang besar bagi masyarakat. Di antaranya dapat memenuhi kebutuhan manusia juga mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.
Protein sebagai salah satu sumber pembangun tubuh dapat berasal dari tumbuhan (nabati) dan hewan (hewani). Protein yang berasal dari hewan mempunyai kandungan yang sempurna dibandingkan dengan protein nabati. Oleh karena itu pengadaan sumber protein hewani harus diupayakan.
Sehubungan dengan itu penulis terusik untuk memilih karya tulis yang berjudul “Keragaman Hewani Vertebrata dan Invertebrata”

B. Batasan Masalah
Adapun batasan Masalah dalam karya tulis ini adalah:
1. Pengertian dan perbedaan hewan Vertebrata dan hewan Invertebrata.
2. Filum : yang termasuk hewan Vertebrata dan hewan Invertebrata.
3. Sistem pencernaan pada hewan Vertebrata dan Invertebrata


C. Tujuan Yang Ingin Dicapai
Adapun Tujuan penulis dalam penulisan karya tulis ini adalah
1. Sebagai salah satu syarat mengikuti UN/UAM
2. Untuk mengetahui berbagai macam hewan vertebrata dan hewan invertebrata
3. Untuk menambah wawasan tentang keanekaragaman hewan vertebrata dan invertebrata

D. Metode Yang Digunakan
Metode deskriftif dengan teknik study kepustakaan atau literature, yaitu pengetahuan yang bersumber dari beberapa media tulis baik berupa buku, litelatur dan media lainnya yang tentu ada kaitannya masalah-masalah yang di bahas di dalam Karya tulis ini.
BAB II
KERAGAMAN HEWAN VERTEBRATA DAN HEWAN INVETEBRATA

A. Hewan Vertebrata
1. Pengertian
Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan Invertebrata. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Tali ini tidak di memiliki oleh yang tidak bertulang punggung. Dalam memenuhi kebutuhannya, hewan vertebrata telah memiliki system kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pembuluh-pembuluh menjadi salurannya.
Ciri-ciri tubuh hewan yang bertulang belakang:
1. Mempunyai tulang yang terentang dari balakang kepala sampai bagian ekor.
2. Mempunyai otak yang dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak.
3. Tubuh berbentuk simetris bilateral.
4. mempunyai kepala, leher, badan dan ekor walaupun ekor dan leher tidak mutlak ada contohnya pada katak.
Ciri alat tubuh hewan yang bertulang belakang sebagai berikut:
1. Mempunyai kelenjar bundar, endoksin yang menghasilkan hormon untuk pengendalian. Pertumbuhan dan proses fisiologis atau faal tubuh
2. Susunan saraf terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang
3. Bersuhu tubuh panas dan tetap (homoiternal) dan bersuhu tubuh dingin sesuai dengan kondisi lingkungan (poikiloternal)
4. Sistem pernapasan/terpirasi dengan paru-paru (pulmonosum) kulit dan insang operculum
5. Alat pencernaan memanjang mulai dari mulut sampai ke anus yang terletak di sebelah vertran (depan) dan tulang belakang
6. Kulit terdiri atas epidermis (bagian luar) dan endodermis (bagian dalam)
7. Alat reproduksi berpasangan kecuali pada burung, kedua kelenjar kelamin berupa ovalium dan testis menghasilkan sel tubuh dan sel sperma
Hewan bertulang belakang (vertebrata) ini terdiri atas kelas yaitu:
1. Kelas Pisces (Ikan)
2. Kelas Amphibi (Latin amphi = dua, bia = hidup)
3. Kelas Reftilia (Bahasa latin repare = merangkak/merayap)
4. Kelas Aves (Burung)
5. Kelas mamalia (Bahasa latin mamae artinya kelenjar buah dada, mamalia artinya hewan menyusui)



2. Filum-Filum Hewan Vertebrata
a. Kelas Pisces (Ikan)
Ciri utama Pisces sebagai berikut:
- Hewan berdarah dingin yang hidup di dalam air
- Bernapas dengan insang (operculum) dan di bantu oleh kulit
- Tubuh terdiri atas Kepala
- Rangka tersusun atas tulang sejati
- Jantung terdiri atas satu serambi dan satu bilik
- Tubuh ditutupi oleh sisik dan memiliki gurat sisi untuk menentukan arah dan posisi berenang
Pisces dapat di bagi menjadi beberapa ordo antara lain:
2. Ordo Apodes
Familia (1) : Angulidae
Species : Ikan panjang (Arguilia vulgaria)
Familia (2) : Muruenidae
3. Ordo Acthopterygi
Familia (1) : Parsidae
Species : Kakap (Lataes carca lifer)
Familia (2) : Muruenidae
4. Ordo Heterostonata
Species : Ikan lidah

5. Ordo Labysinthici
Famili : Analamtidal
Species : ikan bandeng (lates carca lifer)
Familia : scombridae
Species : tongkol (enthymus palamys)
6. Ordo Masacop Terygii
Famili (1) : chipeidae
Species : ikan bandeng (chonos-chonos)
Famili (2) : ikan salam (salmosalor)
7. Ordo Ostariophysi
Familia (1) : analamtidal
Species : kakap (lates carca lifer)
Famili : scmbridae
b. Kelas Amphibia
Ciri-ciri amphibia sebagai berikut:
- Dapat hidup di air dan di darat ataupun tempat-tempat yang lembab
- Disebut juga hewan yang mempunyai tempat hidup (habitat) di dua alam
- Hewan bernafas dengan paru-paru dan kulit. Telur dan berudu katak hidup di air kemudian setelah dewasa hidup di darat, berudu berbentuk seperti ikan yang bernafas dengan insang dan kulit, setelah masanya tumbuh kaki yang susut oleh kehidupan dan akhirnya ekor menghilang sementara itu insang berangsur-angsur menghilang dan digantikan oleh paru-paru kemudian katak menjadi dewasa.
- Jantung beruang tiga yaitu dua serambi dan satu bilik.
- Berkembang biak dengan bertelur dan pembuahan sel telur oleh sperma terjadi di luar tubuhnya (fertilisasi eksternal).
Amphibi dapat dibagi menjadi beberapa ordo:
1. Ordo bymnofora / opoda (amphibia tidak berkaki tetapi memiliki ekor)
Species : ular, cacing (ichtyo phisgentmosus)
2. Ordo anura/solienta (amphibia tidak berekor tetapi memiliki kaki)
Famili : Ranidae
Species : Katak buduk, katak hijau (Kamacun crivoras)
Familia : hyhidae
Species : katak pohon (hyla SP)
3. Ordo wodela / candata (amphibia yang berekor dan berkaki)
Familia : pretidae
Species : aning lumpru (necturus onaculanu)
Familia : crypto bran chidae
Species : solomonder air (ripto bronchus akeganiesis)
c. Kelas reftilia (hewan melata)
Ciri-ciri hewan melata adalah sebagai berikut:
- Kulit kering bersisik dari zat tanduk karena zat kertin
- Bernafas dengan paru-paru
- Berdarah dingin (porkoliokonal) yakni yang suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu lingkungan
- Umumnya bersifat avivar (bertelur), contoh kadal, dan vivipar beranak, contohnya ular.
- Jantung terdiri dari empat ruang yaitu dua serambi dan dua bilik yang masih belum sempurna.
Reptilia dapat dibagi menjadi beberapa ordo antara lain:
1) Ordo crocodilia
Familia : crocodylidae
Species : buaya sedang (crocodyeus bifocatus), buaya besar (crocodyes porosus)
2) Ordo chelonia
Familia (1) : crocodylidae
Species : penyu (chelaina nydas)
Familia (2) : tryony chidae
Species : kuya (try ony x cartilaginews)
Familia (3) : testudinidae
Species : kura-kura (euora ambirinesis)
3) Ordo cacerilia
Familia (1) : cacertidae
Species : cicak (hemidacty frenatus)
Familia (2) : geckonocdae
Species : tokek (gecko monarchis)
Familia (3) : henoermatidae
Species : kadal (heloderma SP)
Familia : varanidae
Species : komodo (voronus komodensis)
biawak (voronus salvator
4) Ordo Aphidia
Contoh; ular sawah, ular kobra dan sebagainya
d. Kelas aves (burung)
Ciri utama aves sebagai berikut:
- Alat penglihatan, alat pendengaran dan alat suara sudah berkembang dengan baik
- Berdarah panas (homoioteral)
- Jantung terdiri dari empat ruang 2 serambi dan 2 bilik yang sudah berkembang dengan baik
- Pembuahan sel telur dan sperma / fertilisasi terjadi di dalam tubuh induk (fertilisasi internal)
- Terdapat sepasang testis, Sedangkan ovarium hanya satu dan tumbuh dengan baik di sebelah kiri.
Aves dapat dibagi menjadi beberapa ordo antara lain:
1) Ordo colombiforines
Familia : columbidal
Species : perkutut (geopilia striata)
2) Ordo coraciiformes
Familia : arcedinadae
Species : telengket (harcy concholm)
3) Ordo grana cares
Familia (1) : ardidae
Species : bangau (reptotilas javanicus)
Familia (2) : rassidal
Species : mordar (parphyrio albus)
4) Ordo nato tores
Familia (1) : laridae
Species : dara laut
Familia (2) : pamilirostros
Species : bebek / itik (anus koshos)
Familia (3) : sphe niscidae
Species : pinguin (aptenodytes SP)
5) Ordo rapaces
Familia (1) : fontanida
Species : alap-alap (falco papuanus)
Familia (2) : strigi dae
Species : burung hantu (suba kukua)

e. Kelas Mamalia
Ciri-ciri utama hewan mamalia sebagai berikut:
- Umumnya hidup di daratan, tetapi ada pula yang hidup di air seperti ikan paus, lumba-luma
- Berdarah panas
- Pada kulit terdapat kelenjar keringat dan kelenjar minyak
- Otak berkembang dengan baik
- Fertilisasi internal
- Bernafas dengan paru-paru
- Terdapat 4 ruang jantung yang sempurna
Macam-macam ordo hewan mamalia antara lain:
1) Ordo dactyla
Species : Topis (clocidura marina)
Badak Jawa (rhino cerassoondaicus)

2) Ordo insectivora
Species : cecurut (cocidura mosina)
Tupai (tupaja javarita)
3) Ordo phalidata
Species : trenggiling (tubuh bersisik)
4) Ordo chiroptera
Species : kelelawar (micro chiroptera SP)
Kalong (megachiroptera SP)
5) Ordo marsupiala
Species : kucing (fell is catus)
Singa (fell is lion)
Harimau (fell is tigris)
Serigala (canislupus)
6) Ordo marsopialia
Species : kanguru (macropus)
Kuskus (plalanger)
7) Ordo prosboscidae
Species : gajah (elephan indicus)
Gajah Africa (loxoder africanus)
8) Ordo artidactyea
Species : kerbau (bubalus-bubalus)
Banteng (basssonduicus)
Kambing (capra faleoheri)

3. Sistem Pencernaan Pada Hewan Vertebrata
Proses pencernaan makanan dapat terjadi secara mekanik dan kimia. Pencernaan mekanik adalah proses yang mengubah makanan menjadi bagian-bagian yang kecil. Sedangkan pencernaan secara kimia adalah suatu proses pengubahan makanan dengan bantuan enzim pencernaan.
1. Sistem Pencernaan pada ikan
Misalnya, ikan mas mempunyai saluran pencernaan yang terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus dan anus. Ikan mempunyai lidah yang pendek terdapat pada dasar mulut, lidah itu tidak dapat digunakan seperti lidah pada hewan lainnya. Ikan mas tidak mempunyai kelenjar ludah tetapi mempunyai kelenjar lendir dari mulutnya. Lambung merupakan pelebaran dari saluran pencernaan
2. Sistem pencernaan pada amphibia
Sebagai contohnya adalah katak mempunyai saluran pencernaan yang terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, kloaka.
Untuk membantu menelan makanan, yaitu makanan tersebut dicampur dengan ludah yang dihasilkan oleh kelenjar ludah. Pencernaan makanan berlangsung di dalam lambung katak mempunyai kelenjar pencernaan yaitu hati dan pankreas.
3. Sistem pencernaan pada reptilia
Seperti dicontohkan kadal yang mempunyai saluran pencernaan yang terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus dan kloaka. Kadal mempunyai hati dan pancreas sebagai kelenjar pencernaan.
Lambung pada reptilia bentuknya sesuai dengan bentuk badannya, misalnya lambung kura-kura berbentuk agak bulat.

4. Sistem pencernaan pada burung
Sebagai contoh burung merpati mempunyai saluran pencernaan yang terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan kloaka. Burung mempunyai hati dan pancreas, keduanya merupakan kelenjar pencernaan yang berada di luar saluran pencernaan.
5. Sistem pencernaan pada mamalia
Hewan mamalia misalnya sapi mempunyai lambung yang tersusun dari empat bagian yaitu perut besar (rimen), perut jala (reticulum) perut kilab (omosum), dan perut masam (obomasum). Makanan yang berupa rumput dan sebangsanya dari mulut melewati kerongkongan masuk ke dalam perut besar, dari perut besar makanan kembali ke mulut untuk dimumah, setelah dimumah makanan ditelan dan masuk ke dalam perut jala, kemudian ke perut kilab dan akhirnya ke perut masam.

B. Hewan Invertebrata
1. Pengertian
Hewan Invertebrata adalah yang tidak bertulang belakang, serta memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan bertulang punggung/belakang, juga sistem pencernaan, pernapasan dan peredaran darah lebih sederhana dibandingkan hewan invertebrata.

2. Filum-filum hewan invertebrata
a. Filum frotozoa
Frotozoa merupakan hewan bersel satu yang hidup di dalam air, protozoa memakan tumbuhan dan hewan, frotozoa berkembang biak secara reproduksi unseksual atau vegetatif dengan cara membelah diri dan dengan cara seksuan / generatif konjugasi.
Filum frotozoa terbagi menjadi beberapa kelas:
1) Kelas hewan berambut getar (cikata)
2) Kelas hewan berkaki semu (rhizopoda)
3) Kelas hewan berspora (sporozoa)
4) Kelas hewan berbulu cambuk (flogellato)
b. Filum forifera (hewan berfori)
Forifera merupakan hewan air dan hidup di laut bentuk tubuh seperti tumbuhan yang melekat pada suatu dasar laut, jadi forifera dapat berpindah tempat dengan bebas, tubuh forifera seperti tabung yang memiliki banyak pori (lubang kecil pada sisinya dan mempunyai rongga di bagian dalam) forifera dapat berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif.
Forifera terdiri dari tiga kelas:
1) Kelas corcorea
Terdiri dari zat kapur (spikula) dan hidup di laut yang dangkal, contoh; seghpha SP, charsarina SP
2) Kelas hexactinelida
Terdiri atas zat kersik dan hidup di laut yang dalam. Contohnya pnerorepa SP
3) Kelas demospangia
Tubuh lunak bahkan tidak mempunyai rangka, contoh spongia SP
c. Filum coelentrata (hewan berongga)
Coelentrata berasal dari kata coilos (berongga) dan entron (usus) coelentrata mempunyai dua macam bentuk yakni bentuk pasif yang menempel pada suatu dasar dan tidak berpindah.
Coelentrata terdiri dari 3 kelas;
1) Kelas anthozoa
2) Kelas hydrozoa
3) Kelas scyphozoa
d. Filum platyhelminthes (cacing pipih)
Kata platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani, kata plays (pipih) dan hemlines (cacing). Platyhelminthes adalah yang mempunyai pipih. Hewan golongan ini mempunyai tubuh simetris bilateral, (kedua sisi sama), tubuh lunak dan tidak bersegmen (ruas) tetapi tidak mempunyai peredaran darah.
Platyhelminthes terbagi ke dalam tiga kelas yaitu:
1) Kelas turbellaria (cacing berambut getar)
2) Kelas trematoda (cacing isap)
3) Kelas cestroda (cacing pita)
e. Filum Mollusca (hewan lunak)
Sesuai dengan namanya, hewan lunak mempunyai tubuh lunak yang dilindungi oleh cangkang dari bahan kalsium (kapur) mollusca bersifat hermoporit, mempunyai sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan sistem pengeluaran
Mollusca dibedakan menjadi 4 kelas;
1) Kelas lamilli brancuiata (golongan karang dan tiram)
2) Kelas gastropoda (golongan siput)
3) Kelas cephalopoda (golongan cumi-cumi)
4) Kelas amphineura
f. Filum enchinodermata (hewan berkulit duri)
Kata di atas berasal dari bahasa Yunani echimos (landak) dan derma (kulit) semua hewan yang termasuk filum echinodermata biasanya hidup di laut, bentuk tubuhnya simetris radial (sisi tubuh melingkar sama). Mempunyai sistem ameudakral (sistem pompa air). Rangka dalam berkapur dan memiliki banyak duri yang menonjol. Daya generasinya amat besar.
Filum enchinodermata terdiri dari 5 kelas yaitu:
1) Kelas bintang laut (asteroidal)
2) Kelas landak laut (echinoidal)
3) Kelas bintang laut (opiuroidal)
4) Kelas lilin laut (crinoidal)
5) Kelas teripong (holothuroidae)
g. Filum antropoda
Filum ini mempunyai Jumlah species yang paling besar dibandingkan filum-filum lain. Tubuh dan kaki beruasa-ruas dan simetris bilateral, rangka luar mengandung zat kimia. Antropoda mempunyai peredaran darah, tetapi darahnya tidak berwarna, pertumbuhannya lama mengalami metamorfosis (perubahan bentuk).
Filum antropoda terdiri atas:
1) Kelas serangga (insecta)
2) Kelas laba-laba (arachoidae)
3) Kelas udang-udangan (erustacea)
4) Kelas lipan (mynapoda)

3. Sistem Pencernaan Pada Hewan Invertebrata
a. Sistem pencernaan pada hewan protozoa
Misalnya pada amoeba merupakan hewan bersel satu segala aktivitas hidupnya terjadi di dalam sel itu sendiri. Demikian juga pencernaan makanan terjadi di dalam sel, disebut pencernaan indra sel.
Pada waktu amoeba mendapatkan makanan segera amoeba membentuk kaki semu yang mengarah kepada makanan selanjutnya dikelilingi kaki semu kemudian makanan tersebut dibawa ke protoplasma. Dalam protoplasma yang mengandung makanan yang menghasilkan enzim pencernaan. Dalam rongga makanan tersebut terjadi pencernaan makanan. Makanan yang telah dicerna yang berupa sari makanan diserap dari sisa-sisa makanan dan dikeluarkan dari dalam tubuh.
b. Sistem pencernaan pada golongan hermes
Misalnya pada cacing tanah mempunyai saluran pencernaan yang terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, empedal, usus dan anus.
Bagian depan kerongkongan agak membesar disebut paring yang berfungsi untuk mengisap makanan dari mulut dan membasahinya dengan lendir. Makanan cacing tanah berupa humus yang terdapat di tanah yang bersifat asam, dikelilingi kerongkongan terhadap tiga pasang kelenjar yang menghasilkan zat kapur yang dapat menetralkan sifat asam makanannya.
c. Sistem pencernaan pada hewan insecta
Serangga misalnya belalang mempunyai tembolok berfungsi untuk menyimpan makanan sementara di sebelah bawah tembolok terdapat kelenjar ludah yang menghasilkan ludah. Ludah tersebut dialirkan melalui saluran induk ke dalam rongga mulut. Dari tembolok makanan masuk ke dalam empedal dan dalam empedal makanan dihancurkan, selanjutnya makanan diteruskan ke dalam lambung. Di bagian depan lambung terdapat enam pasang usus buntu yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan. Makanan yang tidak dicerna diserap di dalam lambung. Sisa-sisa makanan dari usus melalui peletum dikeluarkan melalui anus.



BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
- Hewan vertebrata yaitu hewan yang memiliki tulang belakang yang struktur tubuh yang lebih sempurna dari pada invertebrata. Vertebrata memiliki tali yang mirip sum-sum tempat berkumpulnya sel-sel saraf dan menjadi perpanjangan kumpulan saraf dari otak
- Hewan invertebrata yaitu hewan yang tidak memiliki tulang belakang serta memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan bertulang belakang/pinggang.

B. Saran
- Bagi kita dan generasi akan datang sudah sepatutnya untuk memelihara menjaga dan melestarikan kenanekaragaman hewan yang terdapat di Negara kita dan khususnya di lingkungan kita.
- Kepada para pembaca kalau ingin lebih mengetahui tentang bahasan ini bisa membaca buku atau majalah-majalah yang memuat tentang keanekaragaman hewan
DAFTAR PUSTAKA

Soedjono, dkk. 1996. Biologi SMU II. PT. Multi Adiwitata, Banding
Wahono, Lili, dkk., 1994. Biologi SLTP I. Banding; PT. Sarana Panca Karya
Rustam, Nuryani dan Otang Hidayat, 1994, Biologi SLTP II. Jakarta; Departemen Pendidikan dan Kebudayaan